Creepypasta: Kisah Rumah Sakit Terbengkalai

Cerita Fiksi —Rabu, 19 Jan 2022 09:07
    Bagikan  
Creepypasta: Kisah Rumah Sakit Terbengkalai
Kisah Rumah Sakit Terbengkalai

INIHOROR,- Aku mengambil map berisi catatan pasien ke tanganku untuk melihat ada telepon masuk atau tidak. Bagiku, hal ini adalah sebuah tantangan.

Aku mulai berpikir apakah aku pulang saja? Karena tidak ada apapun yang terjadi. Tapi, lampu senterku tiba-tiba mati dan tedengar suara yang keras “BRAAAK” di tengah kegelapan.Tiba-tiba saja senterku kembali menyala dan salah satu temanku melihat ke arah belakangku dengan wajahnya yang ketakutan. Beberapa saat, kami berdua berpencar berlari seolah ada hal yang mengejar. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi, namun aku takut sekali untuk menoleh ke belakang.

Aku pun kembali ke tempat dimana kami meninggalkan mobil kami. Namun…

Mobil itu sudah menghilang dengan teman-temanku yang lain! Sialan! Orang macam apa yang meninggalkan temannya seperti ini? Sial! Aku harus berjalan kaki untuk pulang!

Aku berjalan dengan menyeret kakiku. Mungkin karena aku belum pernah berlari sekencang itu membuat tubuhku menjadi kelelahan. Namun tubuhku terasa berat, seperti ada yang berpegangan padaku.

Apakah aku kesurupan? Eh! Tunggu. Apa yang barusan kukatakan? Jangan berpikir aneh-aneh! Aku hanya ingin segera pulang ke rumah dan segera beristirahat. Aku masih memegang map berisi catatan pasien dari rumah sakit itu.

Aku pun tiba di rumah.

Tapi, ponselku tidak ada! Apa aku menjatuhkannya di rumah sakit? Ini tidak lucu! Aku terlalu takut untuk kembali ke rumah sakit itu.

Tiba-tiba saja aku melihat lampu merah berkedip. Ternyata, seseorang meninggalkan pesan di mesin penjawab telepon.

Bulu kudukku mulai berdiri. Menurut cerita yang beredar, jika kamu mengambil sesuatu dari rumah sakit itu, maka kamu akan menerima telepon dari para “penghuni” rumah sakit itu yang akan meminta kembali barang yang sudah kamu ambil dari tempat itu.

Apakah ini menjadi kenyataan?

Dengan gemetar aku menekan tombol “play”.

“Hei, apa kau baik-baik saja? Segera telepon aku jika kamu menerima pesan ini!” ternyata telepon itu berasal dari salah satu temanku.

Baca juga: “Satu Atap”, Kisah Teman yang Tak Pernah Terlihat

Aku pun tertawa, ternyata legenda itu hanya fiksi semata.

Aku pun segera mengangkat telepon dan menghubungi temanku tadi.

“Apa yang ada dalam pikiran kalian? Kalian baru saja meninggalkan aku sendirian disana!” ucapku sambil marah karena kesal.

“Ah ternyata kamu baik-baik saja, aku lega…” temanku itu kemudian berseru dengan teman-teman lainnya  “Hei, ternyata dia baik-baik saja.”

Aku semakin kesal, “Memamangnya apa yang tadi kalian lihat sampai kalian berlari ketakutan ketika melihatku?”

“Serius? Apa kau tidak melihatnya?”

“Tadi ada sesuatu menarikmu, kakimu terasa sakit karena itu? Apa ada luka atau lebam?” tanya temanku.

“Apa maksudmu? Tidak ada yang menarikku!”

Dia menjelaskan bahwa saat lampu senter mati dan terdengar suara keras, begitu lampu senter menyala kembali, mereka melihat aku terbaring di lantai dan puluhan tangan muncul dari lantai dan memeluk tubuhku erat-erat.

“Bohong! Aku sama sekali tidak ingat kalau aku terjatuh tadi. Kalian sedang mengerjaiku?” sambungku kesal.

Aku menutup telepon dan terus memikirkan apa yang baru saja terjadi. Namun aku sama sekali tidak mengerti.

Telepon pun kembali bordering. Aku segera mengangkat telepon itu.

“Ada apa lagi? Kalian ingin mengerjaiku lagi?”

“Halo pak, ini dari rumah sakit.”

“Apa? Ini sama sekali tidak lucu, apakah aku lelucon bagimu?”

“Ini dari rumah sakit, pak…”

Sialan! Apakah semua ini ternyata benar?

Aku mentapa ke arah map catatan pasien yang kubawa ke rumah. Perasaanku sungguh tidak enak..

Bulu kudukku beridiri, aku merasa sedang dalam kesulitan.

Baca juga: Sosok Hantu di Tengah Malam

“Pak, anda meninggalkan sesuatu di rumah sakit, jika tidak salah. Segera datang ke rumah sakit, kami sangat ingin bertemu dengan anda.” Telepon itu langsung ditutup.

Sialan, aku sudah tidak bisa berlari lagi. Aku pun menyiapkan hal terburuk yang bisa saja terjadi.

Aku tak bisa kabur, aku sendiri. Tidak ada satupun yang bisa menyelamatkanku, tidak ada jalan lain.

Aku tiba di rumah sakit malam itu.

Seorang suster berdiri sendiri di tengah lobi yang sangat luas. Satu-satunya yang kuperhatikan saat itu, ia sangat muda dan manis.

“Barang anda yang hilang ada disini,” Ia mengangkat ponselku dan menunjukannya padaku.

“Ah! Itu telepon saya! Saya pikir saya menjatuhkannya di sini. Apa maksud Anda barang yang ditinggalkan adalah, ponsel saya?”

“Iya, pak,” jawabnya.

Aku menghela nafas setelah menyadari keadannya tidak seburuk yang aku duga. Tidak lupa, aku mengucapkan terima kasih pada suster tersebut.

Aku kemudian menyadari bahwa aku masih memegang map catatan pasien milik mereka. “’Oh ya, ini milik rumah sakit. Maaf saya mengambilnya.”

“Kami tidak membutuhkannya pak.” Saat mengatakan itu, ia menjatuhkan map tersebut ke lantai dan tiba-tiba sesuatu muncul dari bawahku, menggapai dan menarikku hingga aku terjatuh.

“Apa?!”

Aku pun tersadar, ketika aku tersadar, aku sedang terbaring di lantai dengan puluhan tangan menahanku disitu.*–zz-

(Tulisan di atas belum dipastikan kebenarannya.  Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari semua kejadian.  Dimohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.  Tulisan di atas sekedar fiksi belaka.)

Baca juga: Pria Ini Mendadak Kaku Lantaran Berjoget di Pemakaman


Editor: Seni
    Bagikan  

Berita Terkait