Kisah Mistis, Mitos Gamelan Ringkuh Geni Pemanggil Arwah

Cerita Horor —Sabtu, 2 Oct 2021 16:01
    Bagikan  
Kisah Mistis, Mitos Gamelan Ringkuh Geni Pemanggil Arwah
Kisah Mistis, Mitos Gamelan Ringkuh Geni Pemanggil Arwah/pinterest

INIHOROR

Gamelan adalah salah satu alat musik tradisonal khas Jawa yang bunyi nya terdengar menenangakan tapi juga mengandung kekuatan magis yang cukup besar.

Tidak sedikit upacara sakral yang di iringi alunan musik gamelan.

Entah itu upacara ke agamaan ataupun upacara pernikahan.

Dari sekian banyak jenis Gamelan ada satu yang membuat saya penasaran yaitu Gamelan Ringkuh geni yang keberadaan nya sering muncul tiba-tiba di tengah acara ruwatan.

Baca juga: Kupas Tuntas Mitos Malam 1 Suro, Pestanya Para Mahluk Halus Tak Kasat Mata

Baca juga: Kisah Misteri, Desa Gondo Mayit Kampung Hantu yang Meminta Nyawa

Ruwatan adalah salah satu dari berbagai tradisi kejawen yang oleh beberapa masyarakat asli jawa masih dilestarikan hingga saat ini.
Ringkuh Geni sering sekali tiba- tiba muncul dan menjadikan salah satu warga sebagai korban nya.
Konon katanya dahulu ada seorang pemain gamelan terkenal bernama Soekarso.

Keahlian Soekarso dalam memainkan gamelan mendapatkan banyak pujian hingga di kagumi oleh Raja.

Setiap satu bulan sekali biasanya Soekarso akan bermain gamelan di keraton Pandeleman salah satu keraton di Yogyakarta pada zaman dahulu.

namun Naas baginya suatu hari seminggu sebelum dia melakukan pagelaran gamelan nya

Dia melakukan puasa Mati Geni.

Baca juga: Mengulik Misteri Mariaban, Binatang Siluman dan Bulu Perindu Berkekuatan Magis

Baca juga: Bikin Merinding, Kesaksian Pendaki yang Hilang di Gunung Abbo

Yaitu puasa yang di lakukan tanpa makan minum, berbicara atau bertemu dengan siapapun.

Dan biasanya harus berdiam diri di kamar.

Tiba- tiba terjadi sebuah kebakaran besar, Soekarso yang sedang berdiam diri dikamar pun tidak bisa keluar karena takut akan melanggar puasanya itu.

Akhirnya dia hanya berdiam diri memainkan gamelan nya sampai api membakar dia beserta gamelannya.

Seroang anak soekarso yang bernama Cipto, kemudian mengumpulkan gamelan milik bapaknya yang masih utuh meski sudah terbakar, lalu dia memperbaiki gamelan itu dan menyimpannya di sebuah kamar.

Baca juga: Mengulik Misteri Mariaban, Binatang Siluman dan Bulu Perindu Berkekuatan Magis

Baca juga: Bikin Merinding, Kesaksian Pendaki yang Hilang di Gunung Abbo

Karena dia punya kepercayaan kalau jiwa bapaknya ada dalam gamelan itu setiap malam 1 suro.

Dia mulai memandikan gamelan -gamelan itu dengan darah ayam hitam atau ayam Camani.

Malam- malam berikutnya sering terdengar suara gamelan dari kamar itu.


Bukannya takut Cipto malah menjadi senang karena yakin kalau arwah bapaknya telah kembali.

Dia pun menamakan Gamelan itu Ringkuh Geni (Lemah kepada api).

Baca juga: Kisah Misteri, Desa Gondo Mayit Kampung Hantu yang Meminta Nyawa

Baca juga: Mengulik Misteri Mariaban, Binatang Siluman dan Bulu Perindu Berkekuatan Magis

Semakin hari Cipto semakin terhipnotis dengan alunan musik dari gamelan ringkuh geni.

Bunyi gamelan membuat dia terpedaya dan seoalah tidak pernah ingin berhenti mendengarnya.


Namun ada hal aneh yang terjadi si gamelan selalu berhenti takala darah yang menempel di gamelan itu menghilang.

Akhirnya karena ingin mendengar suara gamelannya, Cipto hampir setiap hari meneteskan darah pada gamelan itu.

Sampe kemudian dia kehabisan darah ayam untuk di teteskan, dia pun mulai menyayat tangan nya dan meneteskan darah ya sendiri.


Ajaibnya suara gamelan itu justru semakin Indah dan membuat Cipto semakin terobsesi.

Baca juga: Kisah Misteri, Desa Gondo Mayit Kampung Hantu yang Meminta Nyawa

Baca juga: Mengulik Misteri Mariaban, Binatang Siluman dan Bulu Perindu Berkekuatan Magis

Dia mulai sering melukai dirinya untuk meneteskan darahnya pada gamelan, semakin lama luka pun semakin banyak Cipto pun semakin kalap dan mencabik- cabik tubuhnya sendiri sampe akhirnya dia mati.

Tanpa ada yang tau gamelan itu menghilang dan mencari tumbal darah untuknya sendiri.

Gamelan itu sering kali muncul tiba-tiba dalam sebuah acara terutama sebuah acara ruwatan untuk mencari tumbal dan mengambil darahnya.

Ke ngerian pun semakin menjadi saat si korban yang mati tubuhnya tercabik-cabik tanpa ada darah setetespun. (NN)


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait