Beberapa Mitos Larangan yang ada di Negara Luar

Cerita Horor —Senin, 15 Nov 2021 11:57
    Bagikan  
Beberapa Mitos Larangan yang ada di Negara Luar
image/Pinterest

INIHOROR - Sebagai orang Indonesa pasti tidak asing dengan kata pamali. Biasanya orang-orang tua dulu sering melarang anak mereka melakukan hal tertentu untuk menghindari malapetaka. Seperti misalnya “jangan duduk di depan pintu nanti susah jodoh,”.

Tapi pamali pun tidak9 hanya beredar di Indonesa saja. Banyak negara di Asia dan sebagian Eropa yang masih percaya Pamali. Berikut adalah beberapa pamali dari berbagai negara.

Baca juga: Cerita Horor, Penari Cantik yang Masih Menjadi Misteri

Baca juga: Kisah Mistis Main Petak Umpet


1. Tidak Boleh Bersiul (Rusia dan Norwegia)
Warga Rusia dan Norwegia percaya bahwa jika mereka bersiul didalam rumah maka keluarganya akan mendapat musibah. Musibah yang dimaksud adalah mereka akan diterpa masalah ekonomi. Mereka lebih memilih untuk bersiul diluar rumah. Sedangkan warga Norwegia percaya bahwa jika mereka bersiul di siang hari makan akan membuat hujan turun.

2. Sebelum Ujian Tidak Boleh Makan Pisang
Mitos ini tidak boleh makan pisang sebelum ujian ini beredar di negara tetangga Vietnam. Murid disana percaya bahwa pisang akan kesulitan dalam menngerjakan ujian. Pasalnya pisang adalah buah yang licin. Dalam bahasa Vietnam kata licin sama artinya dengan gatal. Mungkin gatal direpresentasikan sebagai kesulitan atau petaka disana.

3. Garam Tumpah Akan Sial
Mitos ini berkembang di masyarakat Inggris dan Skotlandia. Masyarakat disana percaya jika mereka menumpahkan garam diatas meja kesialan akan datang. Selain mengundang kesialan masyarakat disana percaya bahwa garam yang tumpah pada siang hari maka akan menciptakan perpecahan atau adu mulut.

Baca juga: Goa Siluman Yogyakarta, Petilasan Pembuang Sial di Pesanggrahan Wonocatur

Baca juga: Cerita Fiksi; Daging Manusia

4. Tidak Boleh Menyimpan Topi Diatas Kasur
Mitos kali ini datang dari Negri Paman Sam. Tepatnya mitos ini berkembang dimasyarakat daerah South Carolina. Masyarakat disana mempercayai jika mereka menyimpan topi diatas kasur mereka kesialan akan datang. Maka dari itu setiap rumah di daerah Amerika memili gantungan mantel dan topi agar mencegah pamali.

5. Hitungan Ganjil Genap dalam membuat Jendela
Bahkan mitos pamali pun masih banyak di negara yang penduduknya sangar banyak seperti di China.

Mereka memiliki pantangan angka atau jumlah. Seperti salah satunya masyarakat atau keturunan Hokian di sana jika hendak membangun rumah jumlah jendelanya harus berjumlah genap. Sedangkan bagi masyarakat atau keturunan orang Khek harus memiliki jendela dengan jumlah ganjil. Bagi masyrakat Hokian angka genap melambangkan kerukunan sedangkan bagi masyarakat Khek angka ganjil adalah angka keselamatan.(FR) dilansirdari -deposttoba

Tulisan diatas belum dipastikan kebenarannya dan pembaca diharapkan dapat mengambil hikmah dari semua kejadian. Dimohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan menyesatkan dan menimbulkan kerugian. Semua tulisan diatas sekedar fiksi belaka.


Editor: Erica
    Bagikan  

Berita Terkait