7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 1

Cerita Horor —Selasa, 21 Dec 2021 13:11
    Bagikan  
7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 1
pinterest

INIHOROR.COM- Kejadian ini terjadi di tahun 2001. Kejadian tentang dua orang pendaki gunung yang hilang di Gunung Marapi selama 6 hari dan ditemukan selamat.

3 hari sebulan, Andre dengan 4 temannya Nopeng, Uncu Firman dan Iwan berencana akan mendaki gunung merapi. Gunung ini memiliki ketinggian 2891mdpl.

Gunung Marapi adalah salah satu gunung yang sangat ingin Andre daki setelah dua kali berhasil mendaki Gunung Singgalang yang dimana gunung itu memiliki rute yang lebih berat dari Gunung Marapi.

Semua persiapan mendaki sudah dikumpulkan. Mereka berkumpul dan berngkat dari Padang dengan naik bus menuju Kota Baru yang berjarak 3 jam perjalanan rute normal untuk mendaki.

Tibalah mereka di Kota Baru, udara dingin sudah mulai menusuk tulang, mereka makan dulu untuk mengumpulkan energy dan solat isya di masjid Kota Baru.

Baca juga: Legenda Jepang Kayako Saeki, Hantu Perempuan Penuh Dendam

Selesai solat, mereka akhirnya mulai pendakian. Baru 15 menit pendakian, salah satu teman Andre menanyakan kacamata yang Andre kenakan. Andre sadar kalau kacamatnya tertinggal di masjid tempat sholat tadi dan salah satu dari mereka mengecek ke masjid tersebut namun kacamata itu sudah tidak ada.

Perjalanan pun mereka lanjutkan, mereka mendaftar di pos pesanggarahan, tempat untuk memulai pendakian gunung dan membayar biaya retribusi kepada penjaga pos. sebenarnya dalam perjalanan tersebut, sudah banyak hal aneh yang terjadi. Andre yang berada di barisan paling belakang kerap mendengar suara seperti berbisik, dan setiap Andre menoleh, ia tidak mendapatkan apa-apa.

Hal itu itu ternyata dirasakan juga oleh Firman. Firman akhirnya menemani Andre berdampingan di posisi belakang. Ketika menempuh jalan sempit, Firman yang menggantikan Andre di posisi belakang. Firman ini memang memiliki kelebihan, Firman memiliki indra keenam. Namun ia memilih untuk tidak membahas dalam perjalanan itu.

Matahari sudah mulai bersinar, Andre dan kawan-kawan sudah sampai di batas vegetasi atau cadas, puncak Marapi pun sudah kelihatan. Iwan dan Andre yang sampai pertama kali di cadas, lalu disusul oleh Nopeng, Firman dan Uncu.

Baca juga: Cerita Horror Tersesat di Desa Gondo Mayit, Part 2

Setelah sampai, mereka memasak dan beristirahat. Andre yang saat itu tiba-tiba saja emosi membuang satu periuk yang mereka gunakan untuk memasang. Kemudian Andre membawa tas makanan yang agak kosong. Karena beberapa logistic sudah dikeluarkan sebagian, Andre hanya membawa beberapa batang rokok.

Andre bilang pada temannya bahwa ia ingin menuju ke puncak. Andre mulai mendaki jalan yang kurang setengah jam untuk mencapai puncak Marapi. Disusul dengan Nopeng yang sedikit berteriak “Ndre, aku ikutlah! Tai lah kamu pergi sendirian aja!” Andre menjawab “Heh! Jaga mulutmu peng, kita sednag digunung ini!” Nopeng pun tersadar dan segera mengucap istigfar.

Andre dan Nopeng tiba di kawasan gunung tersebut. Segala lelah dan letih seketika hilang saat melihat keindahannya. Andre melihat ada tugu “Abel Tasman”. Abel Tasman adalah pendaki yang meninggal karena menyelamatkan seseorang yang terjebak di kawah gunung. Andre reflek mencium tugu itu.

Andre dan Nopeng pun berjalan-jalan mengitaru puncak Gunung Marapi yang terdapat banyak kawah. Andre dan Nopeng pun melanjutkan perjalanan ke lading Bunga Edelweiss, disinilah awal kisah nyata yang memberikan bukti bahwa Tuhan punya rencana untuk Andre dan Nopang…

Bersambung…

Baca juga: Cerita Horror Hantu Tanpa Kepala di Tower of London

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait