7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 2

Cerita Horor —Rabu, 22 Dec 2021 09:17
    Bagikan  
7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 2
pinterest

INIHOROR.COM disinilah awal kisah nyata yang memberikan bukti bahwa Tuhan punya rencana untuk Andre dan Nopeng…

Andre dan  Nopeng mulai menuruni puncak Merpati dan akan menuju lading Edelweiss, tumbuhan yang secara misterius tumbuh di kawasan puncak gunung Marapi. Andre dan Nopeng dengan penuh semangat memetik bunga Edelweiss tersebut.

Disana, ada juga beberapa pendaki yang ikut serta memetic bunga itu. Andre dan Nopeng memetik seperti lupa waktu. Setiap kali mereka memandang bunga edelweiss, bunga tu seperti terus memikat mereka.

“Peng udahlah, Cuma tinggal kita ada kita diladang ini.” Kata Andre pada Nopeng yang masih bersemangat untuk memetik bunga Edelweiss yang kini sudah memenuhi setengah tas mereka. Ketika mereka ingin kembali turun, tiba-tiba saja turun awan gelap yang membuat Andre dan Nopeng susah untuk mengingat jalan untuk kembali. Mereka akhirnya berputar di sekitar kawasan puncak gunung Marapi.

Baca juga: Sinopsis Film Perempuan Tanah Jahanan, Kutukan di Sebuah Desa

Perasaan Andre sudah tidak enak, Nopeng yang memimpin jalan sibuk berputar-putar mencari jalan keluar. Andre yang berada dibelakang memanggil Nopeng dan meminta untuk berhenti dan tenang.

“Peng berhenti dulu! Ayo kita berpikir dan tenangkan diri. Kita ini sedang panic peng!” ucap Andre pada Nopeng. Nopeng dan Andre pun duduk dan menenangkan diri. “Gimana selanjutnya nih ndre?” Tanya Nopeng pada Andre. “Aku pun tidak tahu peng, kita coba tunggu aja. Mudah-mudahan kabut ini segera menghilang.” Jawab Andre.

Kabut pun mulai sedikit menghilang, Nopeng kembali memimpin perjalanan. Merek berputar mencari jalan untuk turun ke bawah. Sampai suatu ketika, mereka melihat ada sekelompok pendaki yang jumlahnya banyak terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Andre pun bertanya pada mereka “Pak (panggilan khas pendaki) mau kemana? Kami kehilangan arah juga pak.” “Kami mau turun Pak, lewat jalur Simabur, kalau bapak mau ikut, sini gabung bersama kamu.” Begitu tawaran salah satu pendaki.

Baca juga: Dikenal Suka Menyembunyikan Anak Kecil, Ini Mitos Hantu Memedi di Bali

Jalur Simabur adalah jalur yang naik melewati daerah Simabur, Batusangkar Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan Andre dan Nopeng naik lewat Koto Baru daerah Padang Panjang. Andre pun bertanya kepada Andre, “Gimana peng? Gabung aja kita?” “Tidak usah Ndre, perasaanku gak enak!” Jawab Nopeng.

Andre melihat ke sekelompok pendaki itu, satu -persatu Andre melihat pendaki yang laki-laki seperti tersenyum-senyum sementara pendaki perempuan justru malah menangis tersedu-sedu. Dengan berat hati, Andre memutuskan untuk tidak ikut bergabung turun gunung bersama mereka.

Perjalanan untuk mencari jalan ke kaki gunung dipimpin oleh Nopeng. Sudah 5 jam, mereka tidak kunjung meneukan jalan untuk turun ke kaki gunung. Nopeng meneukan salah satu jalan yang seperti jalan cadas yang jalannya mirip seperti jalan mereka naik. Meskipun sadar itu bukan jalan yang mereka taiki, tapi mereka tetap mengikuti jalan tersebut.

Setelah beberapa kali terjatuh, mereka akhirnya tiba disebuah jurang yang tidak begitu tingg. Nopeng memimpin turun ke bawah. Nopeng juga menunjukan jalan untuk Andre turun. Saat itu, keisengan Nopeng pun muncul. Andre yang sedang tergantung di bibir sungai pun dengan isengnya memoto Andre untuk dijadikan kenang-kenangan.

Perjalanan pun dilanjutkan….

Bersambung…

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 1

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait