7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 3

Cerita Horor —Kamis, 23 Dec 2021 09:58
    Bagikan  
7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 3
pinterest

INIHOROR.COM- Perjalanan pun dilanjutkan….

Berkali-kali Andre dan Nopeang menemukan jalan curam namun tetap mereka lewati, hingga akhirnya mereka kembali menemukan jurang yang lumayan tinggi. Nopeng yang pertama kali mencoba untuk turun, dan ia berhasil menuruni jurang tersebut. Andre terdiam, ia merasa tidak bisa melewati jurang ini, pikirnya.

Saat sedang berpikir bahwa ia tidak bisa melewati jurang itu. Andre tiba-tiba saja sayup melihat sosok tubuh hitam. Awalnya Andre hanya mengira bahwa itu hanyalah sebuah pohon besar. Namun ternya ia salah, yang ia lihat sebenarnya adaah sesosok maklhluk halus.

“Peng, ada orang di atas pohon tingginya seperti manusia normal” ucap Andre pada Noepang. Nopeng yang senang pun menyuruh Andre untuk memanggilnya. “Peng Badannya hitam semua, dia menunjuku, dia ingin aku berbalik arah.”. Nopeng dengan tegas menjawab “Jangan kau dengar kan orang itu ndre, turunlah segera, dia bukan makhluk baik.”

Andre panik “aku tidak tahu mau turun dari mana peng!” “Cepatlah peng, dia ingi menyusul kita, dia marah peng!!!.” Ucap Andre pada Nopeng. Nopeng yang sudah dibawah tidak bisa melihat makhluk itu, “Lewat sini Ndre” jawab Nopeng sambal menunjuk sebuah jalan.

Baca juga: Jangan Lakukan Hal Ini!

Andre yang sedang dilanda panik langsung turun melalui jalan yang ditunjuk Nopeng. Efek dari gravitasi, Andre meluncur dengan tangan yang terus berpegang pada tanaman yang menjalar. Entah bagaimana kejadiannya, posisi Andre terbalik, kepala ke arah bawah dan kakinya diatas.

Dengan sigap, Nopeng menyambut Andre dengan keadaan tangan lecet dan tubuh dipenuhi tanah juga rerumputan yang menempel di tubuhnya. “syukurlah kau masih sealamt, ayo kita lanjutkan perjalanan ini.” Sambut Nopeng sambil menuntun perjalanan di depan Andre.

Saat tengah kembali berjalan untuk mecari jalan keluar, lagi-lagi mereka bertemu dengan jurang. Nopeng mencoba turun kebawah untuk melihat kondisi jurang tersebut. Nopeng kembali sambil membaca ayat kursi.

“Ada apa peng?” Tanya Andre. Nopeng bilang, bahwa ia melihat ada tubuh seorang perempuan rambutnya keriting, menggunakan rok tapi tidak menggunakan baju, tidur tengkurap diatas jurang. Andre tiba-tiba menjadi pucat, dan terdiam, “Ya Tuhan, apalagi ini?” Tanya Andre dalam hati.

“Ndre kita kebawah yuk, mungkin mayat itu dibuang orang, kita selamatkan dulu jasadnya.” Ajak Nopeng. “Tunggu dulu peng, tadi kamu bilang kapai rok kan? Bisa saja itu jebakan makhluk disini. Kota doa saja peng, mudah-mudahan Tuhan berikan jalan pada kita.” Jawab Andre pada Nopeng.

Baca juga: Ini Mitos Tentang Bahu Laweyan yang Suka Menumbalkan Pria

Nopeng tetap mengambil posisi mencari jalan keluar dari gunung. Andre terus berdoa dan memohon agar tidak dihantui oleh maklhluk gunung. Kini mereka berjalan idak melewati jurang tapi mengambil sisi kiri di bibir jurang melewati hutan belantara.

Andre dan Nopeng berjalan semakin cepat. Andre yang sudah pasrah berkali-kali tertinggal di belakang Nopeng. Merasa sudah lelah, Andre meneriaki Nopeng “Masih jauh peng?”. “tidak ndre, sebentar lagi kita sampai, dibawah ada jalan raya, setelah kita sampai nanti kta makan nasi goreng, aku pernah lewat sini ndre, percayalah. Jawab Nopeng menenangkan Andre.

Andre yang sudah mulai putus asa percaya dengan ucapan Nopeng. Namun ternyata, Nopeng hanya berbohong dan melakukan hal itu untuk menyemangati Andre yang putus asa.

Seketika, Andre melepaskan kedua sendalnya kemudian ia buang. Ini ia lakukan karena melihat Nopeng sudah tidak pakai sandal dan hanya memakai baju tanpa lengan dan celana lapangan pendek. Melihat Andre, nopeng pun bertanya apa yang ia lakukan.

“kan kita sudah dekat, lanjut saja tidak apa, lagi pula kau pun tidak pakai sandal, biar sama kita” jawab Andre. Sandal Nopeng putus ketika ia jalan di depan untuk membuka jalan. Bruuuuk! Tiba-tiba saja Nopeng jatuh ke jurang…

Bersambung…

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 2

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 1

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait