7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 4

Cerita Horor —Jumat, 24 Dec 2021 09:13
    Bagikan  
7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 4
pinterest

INIHOROR.COM- Tiba-tiba saja Nopeng jatuh ke jurang…

“Peng!!!” Teriak Andre memastikan Nopeng dalam keadaan baik. “Jauh peng?” Tanya Andre. “Lumayan ndre, turunlah pelan-pelan.” Jawab Nopeng.

Andre yang khawatir dengan kondisi Nopeng pun turun dengan bertahan pada satu batang kayu kecil yang menempel di tanah. Namun beberapa detik kemudian Andre tergelincir. Andre merasa ada sesuatu mengnatamnya dari belakang, lalu kemudian semua berubah menjadi putih.

Andre bermimpi sedang berada di rumah tantenya dan bicara dengan salah satu penyanyi organ tunggal. Andre memanggilnya Uni, ia sudah dianggap Andre seperti kakak.

Kemudian Andre merasa badannya terguncang, ia merasa matanya sedikit terbuka, Andre melihat ada seseorang diatas tubuhnya memanggil dan mencoba membangunkannya. “Ndre bangun ndree.. jangan mati ndree!!!” teriak Nopeng yang panic melihat kawannya pingsan.

Andre yang masih setengah sadar menjawab “Oh kak, ada apa?”. “Bukan ndre, kau lupa sama ku?” Tanya  Nopeng. “oh iya angah kan, ada apa ngah?” jawab Andre. “Sadarlah ndree!! ini aku nopeng, kawan kau ndre, nopeng ndre” Nopeng mulai panik.

Baca juga: Creepypasta: Daging Manusia

“Syukurlah ndre kau tak mati, coba kau tengok sekeliling!” ucap Nopeng. Andre pun melihat sekeliling, semua hijau, ia baru sadar bahwa ia berada di pinggir sungai di dekat bebatuan yang airnya mengalir deras.

“Kita tersesat di gunung ndre, ayo ingat semuanya. Cepatlah ndre, hari sudah mau gelap, kita harus cari tempat istirahat!” Teriak Nopeng yang sadar sudah tersesat di hutan. Nopeng yang jatuh terlebih dahulu keningnya berdarah.

Namun ketika Andre hendak berdiri, ia merasa tangan sebelah kirinya tidak bisa digerakan. “Peng, tanganku tidak bisa bergerak, tolong peng” Andre panic. Nopeng berbalik arah dan memegang tangannya serta menyentaknya. Krakkkk. Bunyinya.

“sudah tuh, coba berdiri dan cepat jalan, hari sudah mulai gelap.” Ucap Nopeng. Secara ajaib, tangan Andre sudah kembali normal dan ia langsung menyusul Nopeng dibelakang. Mereka pun naik kea rah atas dan tidur di batang kayu yang sudah tumbang.

Ditengah istirhat, Andre mengajak Nopeng berbicara dan bilang bahwa ia haus. Selama mereka tersesat, semua logistic mereka tinggalkan bersama 3 kawan mereka lainnya. Yang ada di dalam tas mereka kini hanya kamera tustel, garam, tiga siung bawang merah, dua batang rokok dan dua sachet extra joss. “Sudahlah ndre, istirahat saja dulu, besok saja minumnya. Kalau kau berani turunlah kebawah ada sngai dan minumlah, kalau aku tidak berani ndre.” Jawab Nopeng.

Baca juga: Jangan Lakukan Hal Ini!

Andre hanya terdiam mendengar jawaban Nopeng. Tiba-tiba sana Andre kebelet kencing dan seketika muncul untuk meminum air urineya sendiri. Tanpa emnunggu lama, tangan Andre yang sudah penuh dengan air urine pun langsung meminum semuanya.

Ditengah istirahat, Andre kembali membangunkan Nopeng. “APA” jawab Nopeng pelan. “Kupikir kau mati peng, dikeningmu banyak lalat besar hinggap.” Kata Andre. “biar ajalah ndre, aku capek.” Jawab Nopeng. Mereka pun tertidur lelap dibawah hujan yang terus menerus turun.

Pagi ketika mereka terbangun, yang bisa dilihat hanyalah hijaunya daun dan air sungai yang mengalir. Disini, Andre dan Nopeng masih melewati jalanan yang semakin terjal, fisik sudah sangat melemah dan tangan yang sudah membengkak. Sudah banyak duri yang masuk ke tangan mereka. Kaki juga sudah bengkak karena menempuh medan yang berat tanpa alas kaki.

Berjalan terus menatap dan berharap ada setitik asa di hari keempat mereka tersesat di gunung. Nopeng selalu memimpin jalan dan selalu jalan dengan cepat membuat Andre selalu tertinggal di belakangnya. Hal ini kerap kali membuat mereka beradu mulut.

Akhirnya Nopeng dan Andre bertemu lagi dengan jurang yang tidak begitu tinggi, airnya mengalir deras kebawah, disinilah mereka terpisah hamper 2 jam lamanya. Nopeng yang jalan pertama mencoba mendaki sisi jurang sebelah kiri. Nopeng yang memiliki kemampuan climbing yang vaik pun lolos ke atas sisi jurang tersebut.

Namun Andre masih tetap dibawah, Nopeng menghilang dari pandangannya…

Bersambung…  

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 3

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 2

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 1

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait