7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 5

Cerita Horor —Senin, 27 Dec 2021 08:58
    Bagikan  
7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 5
pinterest

INIHOROR.COM- Namun Andre masih tetap dibawah, Nopeng menghilang dari pandangannya…

“Peng, bagaimana cara aku lewat, jalan keatas rumputnya sudah tidak kuat lagi!!” Tanya Andre yang semakin panik.

“Lewat aja dari sungai itu ndre, lompat saja” jawab Nopeng dengan suara yang mengigil.

“Tidak mungkin lah peng, aku takut air sungainya dalam, arusnya cukup besar” jawab Andre lagi.

Mereka terdiam beberapa saat. “Ndre, lewat ajalah, nanti kita gak bisa cari tempat istirahat, lompat sajalah, kalau kau mati, aku juga mati!” teriak Nopeng.  Andre yang sudah tidak punya pilihan akhirnya mengumpulkan semua nyalinya, dan meloncat.

Setelah meloncat, Andre sempat terbawa arus namun ia memaksakan berdiri. Ternyata air sungainya dangkal. Matanya langsung melihat sekitar dan mencari Nopeng. Ternyata Nopeng duduk diatas sisi jurang menggigil sambil sedikit tertawa melihat Andre yang basah kuyup.

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 4

“Peng, aku selamat.  Tapi bajuku basah semua peng” Ucap Andre gembira. Akhirnya mereka mulai mencari tempat untuk istirahat. Mereka menemukan batang pohon yang sangat besar, berdiri kokoh dan dibawah pohon tersebut ada lubang. Langsung saja mereka masuk dan beristirahat disitu.

Dengan kondisi yang semakin melemah, namun memaksakan untuk tetap kuat. Nopeng tertidur. Namun kali ini ia mengigau “Bu….bu…..” Nopeng memanggil ibunya. Andre belum tertidur saat itu, Andre yang mendengar Nopeng langsung duduk dan menangis sejadi-jadinya.

Andre lantas mengeluarkan syal sispalanya, ia sapu air matanya dengan syal itu dan membuat syalnya basah. Lalu, Andre ikat ke salah satu batang pohon yang ada di tempat mereka tidur malam itu. “Jika nanti aku harus mati diperjalanan ini, maka syal ini adalah bukti bahwa aku pernah tersesat di gunung ini” ucap Andre dalam hati. Lalu Andre pun tertidur.

Hari ini adalah hari kelima, Andre sudah kehilangan semangat dan merasa tidak mampu lagi untuk melanjutkan perjalanan.

“Ndre kita sama-sama tidak tahu apa ujung perjalanan kita, kita hanya berusaha, nanti jika kita harus mati, izinkan kita mati di tepi jurang, agar tim SAR bekerja keras untuk menangkat jasad kita! Kalau kita hanya ditemukan disini, maka terlihat sekali kita tidak berusaha, ayolah kawan, perasaanku sudah agak dekat sekarang ini!” Nopeng menyemangati Andre.

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 3

Seketika Andre pun kembali bersemangat. Dengan susah payah Andre memakskan untuk berdiri. Diujung matanya, kotoran mata sudah bercampur dengan tanah, sudah sangat kumal, Andre akhirnya kembali mengikuti jalan Nopeng.

Ternyata jalan belum juga mereka temukan, Andre dan Nopeng mulai menikmati perjalana  walaupun dengan sangat terpaksa. Sepanjang perjalanan, Andre bernyanyi untuk menyemangati perjalanan mereka.

Malam kelima, mereka kembali tertidur di tepi sungai, untungnya malam itu hujan tidak turun. Dengan beralaskan daun-daunan dan beratapkan langit mereka melepas penat setelah berjalan seharian. Malam itu, Andre tidur terakhir, Nopeng sudah tidur telebih dahulu.

Saat sedang rebahan untuk tidur. Entah halusinasi atau tidak, dari atas langit Andre seperti melihat ada empat cahaya dengan bentuk yang berbeda-beda turun kebawah. Cahaya itu menakutkan Andre, setelah cahaya itu hilang dari pandangan, Andre langsung tertidur dan bermimpi.

Malam itu, papa menyusulku, mengajaku pergi….

Bersambung…

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 2

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 1

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait