Misteri Vilisca Axe Murder House yang Belum Terpecahkan

Cerita Horor —Senin, 27 Dec 2021 10:20
    Bagikan  
Misteri Vilisca Axe Murder House yang Belum Terpecahkan
pinterest

INIHOROR.COM- Vilisca Axe Murder House adalah rumah bersejarah di Amerika Serikat.

9 Juni 1912, enak anggota keluarga Moore beserta dua pembantunya ditemukan tewas dengan mengenaskan di rumahnya.

Seluruh anggota di rumah ini dibantai sadis dengan menggunakan sebuah kapak.

Dikisahkan seorang tetangga keluarga JB Moore merasa khawatir karena keluarga ini tidak kunjung keluar dari rumah padahal sudah siang.

Ia pun mengetuk rumah keluarga JB, namun tidak kunjung mendapatkan jawaban. Akhirbya, ia mencoba menghubungi salah seorang kerabat dekat untuk emmbuka kunci dengan kunci cadangan dan saat dibuka, semua orang terkejut karena melihat seluruh keluarga yang berjumlah 6 orang dan 2 pembantunya tewas mengenaskan dengan luka parah hingga terpotong.

Joe B Moore (43), Sarah Moore (39), Herman (11), Katherine (10), Boyd (7), Paulus (5) dan dua orang lainnya ditemukan tewas mengenaskan dan sudah tidak bernyawa.

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 5

Saat ditemukan, terdapat sebuah kapak hitam panjang yang berserakan disekitar tubuh korban. Kapak it lantas diduga menjadi alat pembunuh yang digunakan oleh pelaku. Sebuah panic air pun ditemukan dengan berlumuran darah di meja makan terlihat beberapa makanan yang kelihatannya sedang dimakan. Polisi pun menyimpulkan bahwa mereka dibantai di tengah malam.

Sejak malam itu, penjagaan di daerah sekitar diperketat untuk menghindari adanya korban pembantaian selanjutnya.

Kondisi mayat yang paling tragis adalah mayat Joe Moore, ia meninggal dengan kondisi paling banyak bacokan kapan dan yang paling parah adalah kepalanya hingga terpotong dua serta kedua bola matanya hilang.

Dalam kasus ini, ditemukan dua tersangka. Namun tersangka tersebut tidak terbukti bersalah dan lolos begitu saja.

Beberapa Orang yang Diduga Tersangka

Lyn Jacklin George Kelly  

Pendeta Lyn menjadi misteri di kasus ini. Pada malam pembunuhan, ia tengah menghadiri Hari Anak dalam Pelayanan di Gereja Moore. Ia naik kereta pada tanggal 10 dini hari dan menurut kesaksian pasangan tua, saat di kereta, ia terus berbicara tentang pembunuhan. Uniknya, Pendeta Lyn mengakui pembunuhan itu adalah perbuatannya namun sata dilakukan persidangan, dia dibebaskan.

Frank Jones

Salah satu tersangka utama dalam kasus pembunuan ini adalah Frank Jones. Ia merupakan pengusaha kaya dan juga senator negara yang sering terlibat dalam kasus politik. Joe Moore pernag ia pekerjakan namun kemudian berhenti untuk membuka usaha sendiri. Jones dan Joe kerap kali bersaing dalam urusan bisnis. Diketuhi bahwa Joe pernah berselingkuh dengan putr Jones. Hal ini membuat kecurigaan besar terhadap Jones saat pembunuhan terjadi.

Baca juga: Creepypasta: Hadiah Ulang Tahunku

William Mansfield

William juga menjadi tersangka. Ia baru saja dibebaskan dari penjara dan dikenal memiliki asosiasi dengan penjahat lainnya. William menjadi tersangka sebagai pembunuh istri dan bayi perempuannta dengan kapak di Blue Islan pada 1914. Pembunuhan di Vilisca sangat mitip dengan pembunuhan yang pernah ia lakukan. Rumor juga mengatakan bahwa William bekerja untuk Jones.

Rumah Vilisca awalnya dibangun pada 1868 dan menjadi milik keluarga Moore pada 1903. Sejak kasus pembunuhan, kepemilikan rumah berpindah tangan beberapa jail. Pemiliki terakhir rumah tersebut adalah Martha Link dan Darwin pada tahun 1994 dan sudah merenovasi rumah tersebut berkali-kali.

Rumah itu tidak mereka tinggali dan kini menjadi museum horror. Vilisca Axe The Murder kini menjadi rumah yang sering dikunjungi oleh para turis. Dan sering kali dijadikan tempat berkunjung bagi orang-orang yang penasaran dengan keadaan rumah pasca pembunuhan terjadi. Kerap kali terdengar suara tangisan anak-anak dan suara aneh lainya dirumah ini.

Kamu berani mengunjunginya? –zz-

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait