7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian Akhir

Cerita Horor —Selasa, 28 Dec 2021 13:26
    Bagikan  
7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian Akhir
pinterest

INIHOROR.COM- Malam itu, papa menyusulku, mengajaku pergi….

Tapi ia tidak berbicara, hanya diam. Andre menyusul papanya saat itu. Namun ia hanya diam. Saat sedang mengejar papanya, Andre ditawari untuk singgah makan dan minum dari kanan dan kiri. Ajakan itu Andre tolak dan terus menyusul papanya. Hingga akhirnya Andre tersandung dan terbangun dari tidurnya.

Hari sudah mulai terang. Hari ini adalah hari keenam Nopeng dan Andre tersesat. Kondisi sudah sangat lemah. Namun Nopeng tetap bersemangat dan terus memotivasi Andre untuk tetap hidup.

Perjalanan mereka dilanjutkan dengan mengikuti arah sungai. Setelah 3 jam perjalanan, Andre dan Nopeng akhirya bisa merasakan hangatnya sinar matahari. Andre semakin kuat bernyanyi dan semakin yakin bahwa mereka akan segera keluar dari hutan belantara itu.

Tidak terkecuali Nopeng. Banyolannya selama perjalanan membuat perjalanan yang panjang dan menyedikhkan menjadi lebih indah dan bersemangat. Malam itu, mereka belum menemukan ujung dari aliran sungai tersebut. Mereka jutsru menemukan banyak batang pisang di hari keenam itu.

Andre yang lapar bersemangat mengambil pisang itu. Tapi ternyata di dalamnya banyak sekali benda keras seperti bati kecil dan jelas pisang itu tidak bisa dimakan. Akhirnya mereka beristirahat dengan beralaskan pelepah daun pisang.

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 5

Hari ini sudah masuk hari ketujuh. Dari atas pohon mereka merasa seperti ditonton oleh banyak binatang seperti monyet namun bulunya berwarna kuning. Andre yang bangun terlebih dahulu pun bergegas mebangunkan Nopeng “Peng banyak monyet diatas sana, warnanya kuning!” teriak Andre.

Nopeng langsung melihat keatas dan melihat monyet-monyet itu dan melanjutkan tidurnya. “Telungkup aja kau peng, jadi kalau monyet itu terjatuh, dia tidak menerkam muka kita.” Ucap Andre pada Nopeng. Nopeng dan Andre pun langsung telungkup dan melanjutkan tidur mereka.

Setelah puas beristirahat, Nopeng menumbangkan sebatang pohon pisang yang aneh dan mencoba memakan pisangnya. Namun tidak jadi karena banyak batu di dalamnya “Pisang apa ini ndre?”

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka. “Ndre sudah dekat kita ini!” eriak Nopeng kegirangan. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. 5 jam berjalan, Nopeng tiba-tiba berteriak “Ndreeee!!! Ada perumahan ndreee.. disini akhir jalan kita ndre. Tapi jalan untuk turun sudah tidak ada. Kita mati ini ndreee!!” teriak Nopeng.

Mereka mendapati jurang dengan air terjun yang sangat tinggi yang tidak mungkin untuk dituruni. Andre sudah semakin melemah, Nopeng masih tetap mencari jalan keluar dan di sebelah kiri jurang tersebut ada pohon-pohon bamboo. Nopeng naik ke hutan itu namun tidak menemukan jalan turun. “Mati juga akhirnya kita” ucap Andre yang sudah menyerah.

Tidak lama setelah itu. Mereka menderngar dri arah bawah. Suara orang sedang memotong batang. Nopeng menyuruh Andre berteriak. Karena Nopeng tidak sanggup berteriak.

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 4

“Tolongg……” teriak Andre..

Mereka terdiam dan menunggu jawaban. “Huuuuuuu” sahutan dari bawah.

“Pak!!! Tolong kami pak!!!!! Kami yang hilang di Gunung Marapi pak!!” Nopeng berteriak sambil memegang dadanya yang sakit.

“Tolong pakkkk!!!!” Sambung Andre.

“Siapa itu?” sahut dari bawah

“Ini kami pakkk.. yang hilag di gunung Marapi pak, tolong kami pak!!” Teriak Andre.

“Iya, coba bakar celanan, nanti disusul kesana” Jawab suara itu.

“Kami tidak punya korek api pak…” Jawab Andre lagi

“Yasudah, coba goyangkan tempat kalian sekarang!”

Nopeng langsung menggoyang-goyangkan batang bulu yang ada di dekatnya. “Sudah kelihatan pak?” Tanya Nopeng.

“Oooiii, naiklah kalian sedikit ke atas, dibawah kalian jurang itu!” perintah suara itu lagi.

Andre dan Nopeng naik perhalan keatas dan berdoa dalam hati sembari terus berkomunikasi dengan suara dari bawah.

Setelah 2 jam menunggu, akhirnya dari sebelah kiri. Mereka melihat ada seorang bapak dengan 4 orang lainnya. Mereka sangat terkejut melihat Andre dan Nopeng.

“Pak kami manusia pak. Kami yang hilang di gunung marapi selama beberapa hari ini” Andre menjelaskan.

“Iya kami tahu, syukurlah kalian masih hidup”. Mereka mendekati Andre dan Nopeng lalu mengeluarkan bungkusan nasi. Nopeng memakannya namun tidak kuat karena dadanya sakit. Andre yang masih bisa makan pun langsung melahap bungkusan nasi tersebut.

“sekarang kita turun kebawah, kalian kuat jalan?” Tanya si Bapak. Andre dan Nopeng ternyata sudah tidak mampu untuk berdiri. Akhirnya mereka digendong di punggung oleh bapak dan 4 orang lainnya secara bergantian.

Sambil berjalan kebawah dengan keadaan setengah sadar mereka terus tersenyum dan bersyukur. Saat dibawah, sudah banyak tim SAR dan relawan yang masih setia dan yakin bahwa mereka masih hidup.

“Terimakasih Tuhan, kau beri kesempatan sekali lagi…”

TAMAT

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 3

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 2

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian 1

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait