14 Hari Hilang di Gunung Slamet, Bagian 2

Cerita Horor —Kamis, 30 Dec 2021 09:41
    Bagikan  
14 Hari Hilang di Gunung Slamet, Bagian 2
Alex dan Gagah/twitter

INIHOROR.COM- Beruntung, Alex memiliki pengalaman mendaki gunung yang baik membuat mereka bisa meneruskan perjalanan ditengah hutan belantara yang lebat itu….

Berbeda dengan yang lain, Gagah terlihat sangat kesusahan hingga harus terus dibantu oleh Iqbal. Mereka bertiga jalan beriringan, Alex memimpin jalan dan Iqbal membantu Gagah dibelakang. Selang beberapa saat, langit menjadi cerah dan gerimis sudah mereda.

Perjalanan ketiga sahabat itu menuju Pos 1 menharuskan mereka untuk melewati sebuah “terowongan alam” yang terbuat dari dedaunan dan semak belukar yang melengkung membentuk sebuah terowongan. Alex berada di depan dan masuk ke dalam terowongan itu terlebih dahulu. Sementara Iqbal dan Gagah mengikuti dari belakang.

Alex yang pertama dari terowongan mendapat 2 bangunan permanen berwarna putih dengan desain menyerupai cungkup (atap yang biasa ada di atas pemakaman).

Karena itu pertama kalinya Alex mendaki Slamet, ia lantas tidak tahu bagamana wujud pos Samarantu, Alex mengira bangunan yang ia lihat didepannya adalah pos Satu Samarantu.

Baca juga: Creepypasta: Dua Pria Pendaki Gunung

“Bal, Gah, cepat.. kita sudah mau sampai, ini aku ketemu pos Samarantu” ucap Alex ke teman-temannya. “Iya tunggu. Ini aku sama gagah” jawab Iqbal yang masih ada di dalam terowongan tadi.

“tapi, ini aneh.. posnya gaada pintuna” kata Alex lagi setengah sadar bangunan didepannya ditembok total berwarna putih dan tidak menyerupai pos lainnya yang berupa gubuk terbuka dengan atap ranting serta dedaunan.

Saat itu memang belum ada media social. Jadi tidak ada informasi mengenai bagaimana Pos Samarantu pada saat itu. “yasudah, kamu coba lhat dulu aja.” Jawab Iqbal lagi yang masih ada di dalam. Iqbal sepertinya kesulitan karena harus mengikuti kecepatan berjalan Gagah an melambat.

Karena Alex merasa kedua temannya masih lama, Alex lalu mendekati bangunan pos tersebut untuk mencari pintu masuknya. Alex menyalakan senter yang ia pegang dan…. Saat lampu senter dinyalakan, bangunan yang tadi ada 5 meter di hadapannya itu tiba-tiba saja menghilang!

Alex berdiri mematung karena terkejut. Bangunan kokoh yang tadi ia lihat dengan jelas dibawah terang bulan tiba-tiba saja menghilang dan kembali menjadi pepohonan yang rimba.

Iqbal dan Gagah akhirnya keluar dari terowongan tadi dan mendapati Alex masih berdiri dengan senter yang diarahkan ke pepohonan.

“loh? Mana pos yang tadi kamu bilang Lex?” Tanya Iqbal.

Baca juga: 14 Hari Hilang di Gunung Slamet, Bagian 1

“sumpah! Tadi aku lihat disini!” jawab Alex.

“ya mana? Disebelah mana toh?” Tanya Iqbal lagi.

“disini toh! Tempat aku berdiri ini tadi ada posnya!” jawab Alex dengan yakin sekaligus bingung.

Lalu mereka bertiga terdiam beberapa saat dan Iqbal akhirnya berkata “udah ayo kita anjut jalan aja. Kamu tadi lagi halusinasi aja paling.” Ajak Iqbal.

“aku gak halusinasi! Aku sehat kok. Yang gak sehat itu kalian!! Aku jalan paling depan karena aku paling sehat!” bantah Alex yang terbawa emosi. Sesekali, Alex juga mengumpat karena kesal dikatai berhalusinasi.

Iqbal dan Alex pun sempat adu pendapat. Apa mereka melanjutkan perjalanan atau tidak. Alex bersikeras untuk tetap menetap dulu di lokasi untuk membuktikan perkatannya sekaligus mencari tau apa yang ia lihat. Apakah itu hanya halusinasi akibat ia kelelahan atau ada alasan lain.

Akirnya, mereka bertiga bertahan di lokasi tersebut. Namun hingga jam 2 dinihari, bangunan itu tidak juga muncul.

Tapi siapa sangka, 2 bangunan berbentuk cungkup makam itu sepertinya adalah sebuah tanda awal sesuatu yang buruk akan terjadi kedepannya…

Bersambung…

Baca juga: 7 Hari Hilang di Gunung Marapi, Bagian Akhir

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait