14 Hari Hilang di Ggunung Slamet, Bagian 6

Cerita Horor —Rabu, 12 Jan 2022 15:46
    Bagikan  
14 Hari Hilang di Ggunung Slamet, Bagian 6
14 Hari Hilang di Gunung Slamet/twitter

INIHOROR.COM- Akhirnya, mereka mendapati tubuh Iqbal terbaring diatas jurang..

Beruntung, saat didekati Iqbal masih dalam keadaan hidup namun pingsan. Setelah beberapa saat, Iqbal akhirnya tersadar.

“Apa yang sakit di badanmu Bal? Tanya Alex.

Iqbal lalu mencoba menggerakan tangannya, tubuh bagian atasnya dan mencoba menggerakan kakinya. Ketiganya terasa sakit, kaku dan sulit digerakan. Iqbal bilang yang paling sakit yang ia rasakan adalah di bagian punggung.

Sedikit saja gerakan ditubuhnya akan membuat punggungnya sakit dan disana Iqbal sadar dia sudah tidak isa lagi berdiri dan hanya bisa berbaring.

Alex sadar Iqbal sudah tidak mungkin melanjutkan perjalanan dan membutuhkan bantuan sesegra mungkin. Alex pun mengajak Gagah untuk berdiskusi.

“Gah, harus ada satu yang tinggal menemani teman kita dan 1 lagi harus merintis jalan dan lapor ke kapal desa kalau terjadi kecelakaan” ucap Alex.

Iqbal dan Gagah berdebat siapa yang akan turun dan siapa an akan menemani Iqbal. Gagah tidak yakin ia mampu membelah hutan belantara seorang diri mengingat perngalaman pendakiannya yang masih minim dan belum memahami ilmu survivor. Namun disisi lain, ia juga tidak sanggup jika harus ditinggal berdua dengan Iqbal.

Baca juga: 14 Hari Hilang di Gunung Slamet, Bagian 5

Gagah khawatir aka nada binatang buas yang bisa datang kapan saja, terlebih selama perjalanan ada anjing hutan yang terus mengikuti mereka sejak hari kedua perjalanan.

Gagah yang tertekan dan pasrah melihat kondisi mereka sekarang akhirnya bertanya pada Alex. “Lex, kenapa kita tidak mati bersama saja?” kita temani Iqbal sampai kita mati bertoga disini.

Setelah berdikusi cukup panjang, Gagah akhirnya memiih untuk turun dan membuka jalan untuk menemukan pemukiman warga, sementara Alex menunggu Iqbal hingga bantuan datang.

Sebelum berangkat, Ggah mengucapkan suatu syarat “kalau nanti saya bertemu jurang, hewan buas dan saya tidak berhasil jalan kebawah, saya akan kembali kesini lagi dan kita bertiga akan mati bersama ya Lex”

Karena tidak ad acara lain untuk membuat Gagah turun, Alex akhirnya mengiyakan ucapan Gagah. Gagah kemudian berjalan sendiri menyusuri sungai dengan ransel merah sesuai dengan rencana awal, sedangkan Alex berada di sisi Iqbal untuk menemaninya.

Iqbal dan Alex adalah sahabat yang sudah seperti keluarga. Bagi seorang pendaki, gunung impian dan tertinggi yang ingin merka daki biasanya menjadi gunung terakhir atau bahkan lokasi sang pendaki itu meninggal.

Baca juga: 14 Hari Hilang di Gunung Slamet, Bagian 4

Ditengah rasa sakitnya, Iqbal berkata “gunung tertinggi yang mau saya daki gunung slamet Lex. Setelah slamet saya gamau mendaki lagi” ucap Iiqbal sambil menahan rasa sakit.

“Loh? Kamu nda mau mendaki merbabu Bal?” Jawab Alex.

“engga saya cukup gunung slamet aja” jawab Iqbal sembari terbaring. Alex menjawab  dengan bercanda “kalau gunung tertinggi yang mau saya daki itu puncak cartsensz. Tapi saya gaakan pergi kesana karena saya gamau meninggal disana”

Iqbal berpesan kalau nanti ia ternyata meninggal, ia mau seoatunya dikubur di gunung sumbing, gunug favorit yang pernah Iqbal daki.

Ketika sedang menjaga Iqbal, tiba-tiba saja dari arah hutan datang seekor harimau kearah keduanya.. -zz-

Bersambung..

Tulisan belum dipastikan kebenarannya.  Mohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.  Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian.  Tulisan merupakan fiksi belaka.

 

Baca juga: 14 Hari Hilang di Gunung Slamet, Bagian 3

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait