14 Hari Hilang di Gunung Slamet (Bagian 7)

Cerita Horor —Jumat, 14 Jan 2022 10:21
    Bagikan  
14 Hari Hilang di Gunung Slamet (Bagian 7)
14 Hari Hilang di Gunung Slamet/twitter

INIHOROR.COM-Ketika sedang menjaga Iqbal, tiba-tiba saja dari arah hutan datang seekor harimau ke arah keduanya..

Iqbal yang saat itu masih menahan sakit luar biasa langsung diberdirikan oleh Alex dan dipapah agar harimau tidak menerkam keduanya. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil dan harimau itu pergi kembali ke hutan.

Menjelang hari keempat Gagah pergi, kondisi Iqbal terus melemah. Saat itu, Iqbal sepertinya tahu waktunya sudah tidak lama lagi.

Iqbl berpesan kepada Alex, “Lex, kalau kamu nanti pulang, kamu harus siap-siapin batin kalau ketemu mayat lain di bawah.. Gagah…”

Tepat hari keempat, Iqbal meninggal dunia di sisi Alex, sahabatnya.

Kecewa dan kehilangan yang kini dirasakan Alex. Alex masih menaruh harap agar bantuan segera datang dan menyelamatkan sahabatnya, Iqbal. Namun hingga Iqbal menghembuskan nafas terakhirnya, Gagah tidak kunjung datang.

Jika saat itu Gagah yang menemani Iqbal, Gagah mungkin akan memilih mati bersama. Namun berbeda dengan Alex, ia terus bertekad akan pulang hidup-hidup dari pendakiannya kali ini.

Baca juga: Seram, Paranormal Experience Terekam CCTV Saat Sedang Lembur

Karena  merasa sudah tidak ada lagi alasan untuk bertahan karena Iqbal sudah tiada, Alex akhirnya memutuskan untuk turun.  Sebelumnya, ia mengeluarkan isi tasnya dan membuat jejak menggunakan pakaian-pakaiannya.

Itu adalah harapannya.  Jika nanti pencarian melalui udara, maka koordinat keberadannya dapat dengan mudah diketahui tim penyelamat.

Alex turun dengan hanya membawa pakaian yang ia gunakan. Sedangkan tas, kamera dan peralatan lain ia tinggalkan di lokasi jasad Iqbal berada.

Alex meneruskan perjalanan seorang diri untuk menyusul Gagah yang entah berada dimana. Perjalanan Alex terhenti saat ia mendapati jalur aliran sungai itu terputus menjadi 2 jurang air terjun yang salah satunya adalah Curug Minger.

Alex melihat ke sisi kanan dan kiri, tidak ada jalan lain untuk memutar. Satu-satunya cara adalah merayap turun di tebing curam itu namun sangat beresiko tinggi.

Alex kemudian duduk di pinggiran jurang sambil terus memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ingatan Alex terpotong saat itu dan tiba-tiba ketika sadar ia sudah ada di kedua jurang itu.

Baca juga: “All of Us Are Dead”, Teror Zombi di Sekolah

Alex menatap keatas dan heran sejak kapan ia sudah ada dibawah dan bagaimana caranya, namun fokusnya sekarang adalah mencari Gagah dan menemukan jalur pemukiman penduduk secepat mungkin.

Alex kembali menyusuri aliran sungai. Alex masih berharap bertemu dengan Gagah di jalur tersebut. Selama perjalanan, Alex menggunakan ilmu survival yang ia miliki dengan baik.

Alex memakan buah-buahan dan dedaunan hutan untuk bertahan hidup. Alex sebenarnya juga mengkhawatirkan Gagah. Sejak bahan makanan habis, Gagah menolak untuk makan makanan darurat berupa buah dan dedaunan yang Alex temukan di hutan.

Alex khawatir Gagah akan kekurangan makanan dan tenaga, ditambah lagi tubuhnya tidak bisa menerima makanan asing yang membuatnya tidak akan bertahan lama.

Saat masih menyusuri sungai, tiba-tiba Alex mendengar suara teriakan seseorang.

“Tolonggg!!! Saya Gagah Pribadi mahasiswa IKIP Semarang. Saya mendaki tiga orang, yang satu jatuh, tolong kami!!!!!!” Alex sangat mengenali suara itu, suara Gagah Pribadi.* (Bersambung)

Tulisan belum dipastikan kebenarannya.  Mohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.  Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian.  Tulisan merupakan fiksi belaka.

Baca juga: Spirit Doll, Fenomena Boneka dengan Arwah Manusia


Editor: Seni
    Bagikan  

Berita Terkait