14 Hari Hilang di Gunung Slamet (Bagian 8)

Cerita Horor —Sabtu, 15 Jan 2022 20:56
    Bagikan  
14 Hari Hilang di Gunung Slamet (Bagian 8)
14 Hari Hilang di Gunung Slamet (Bagian 8)

INIHOROR,- “Tolonggg!!! Saya Gagah Pribadi mahasiswa IKIP Semarang. Saya mendaki tiga orang, yang satu jatuh, tolong kami!!!!!!”

Alex sangat mengenali suara itu, suara Gagah Pribadi.

Alex menjawab teriakan itu, “Gagah! Teruslah berteriak agar saya bisa samperin tempatmu!”

Itu kamu Lex?” jawab Gagah.

Iya ini saya. Kamu teriak saja terus gah! Aku akan samperin kamu kesana!”

Kenapa kamu turun Lex? Iqbal gimana? Kamu tinggalkan dia di atas sendirian?” tanya Gagah.

Sudah, nanti saja! Sekarang kamu harus ngomong terus biar saya kesana!”

Gagah pun terus berteriak di tengah guyuran hujan yang turun di Gunung Slamet saat itu. Hingga akhirnya Alex akhirnya berhasil menemukan posisi Gagah. Saat sudah saling bertemu, ternyata mereka berada di ketinggian yang berbeda.

Gagah ada di atas jurang, Alex berada di bawahnya.

Karena tujuan awal mereka adalah turun dari gunung dan kondisi jurang yang licin akibat hujan, Alex meminta Gagah untuk meluncur turun dari atas dengan berpegangan ke pepohonan yang merambat di sisi jurang.

Ayo Gah turun! Kita lanjut ke bawah cari jalan, nanti hari keburu malam,” perintah Alex kepada Gagah dari bawah.

Gagah saat itu sudah terlihat berdiri di tepian jurang dan melihat juga ke arah Alex.

Namun bukannya turun, Gagah kembali menanyakan pertanyaan yang sama sejak awal tadi ia menanyakan.

Alex, kenapa kamu ada di bawah? Mana Iqbal? Kamu tinggalin dia di atas sendiri?”

Alex masih tidak mau menjawab dan terus memintah Gagah untuk turun lebih dahulu.

Baca juga: Pria Ini Mendadak Kaku Lantaran Berjoget di Pemakaman

Namun Gagah masih menanyakan hal yang sama berulang kali hingga akhirnya Alex pun jujur.

“…Iqbal sudah meninggal Gah..”

Gagah seketika duduk lemas di atas jurang. Pandangannya kosong menatap Alex di bawah. Harapannya seketika putus dan semangatnya untuk hidup sudah mulai meredup.

Malam pun dating. Gagah menolak untuk turun dan memilih untuk bertahan di atas jurang. Sepanjang malang hingga jam 3 dini hari Gagah terus berteriak dan meraung. Depresi, takut, lapar, putus asa dan kehilangan seorang sahabatnya membuat pikirannya tidak jernih.

Gagah terus berteriak hingga suaranya serak. Teriakan Gagah sudah mulai membuat Alex emosi. Dengan lantang, Alex mengancam Gagah dengan tujuan agar Gagah diam dan dapat menyimpan energinya untuk melanjutkan perjalanan hari esok.

Mereka bedua sudah benar-benar dalam kondisi tidak baik dan kelaparan. Ditambah Gagah yang entah sudah sejak kapan makan terakhir kalinya.

Gagah! Kamu pilih diam atau saya tinggal kamu di atas sendirian?” ancam Alex.

Setelah diteriaki seperti itu, Gagah akhirnya diam. Alex mengira Ggah tidur karena kelelahan dan memang Gagah harus tidur yang cukup untuk bisa melanjutkan perjalanan mereka. Alex pun akhirnya tidur di lokasinya saat itu.

Matahi pun terbit. Alex kembali mengajak Gagah untuk turun dan melanjutkan perjalanan.

Hei Gah! Ayo turun. Kita lanjut cari jalan sama-sama,” panggil Alex.

Namun hening, Gagah tidak memberikan jawaban…* (bersambung) - zz

Tulisan belum dipastikan kebenarannya.  Mohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.  Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian.  Tulisan merupakan fiksi belaka.

Baca juga: Benarkah Semakin Dekat Kuntilanak Semakin Jauh Suaranya?

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait