Kisah Rumah Tua dan Kain Hitam

Cerita Horor —Sabtu, 22 Jan 2022 09:40
    Bagikan  
Kisah Rumah Tua dan Kain Hitam
Kisah Rumah Tua dan Kain Hitam

INIHOROR,-  Rumah kosong yang entah sudah berapa lama tak berpenghuni tersebut dibiarkan saja kotor dengan beberapa pohon besar disekitarnya membuat rumah itu terlihat angker dan menyeramkan.

Seorang wanita dan laki-laki tampak berjalan pelan bersama seseorang yang lebih tua memasuki rumah tersebut. Evelyn dan Bimo Namanya.  Evelyn berniat menyewa rumah tersebut untuk ditempati bersama kedua adiknya, Arya dan Maya.

Sementara Bimo hanya mengantarkan kekasihnya.  Ia mengamati rumah yang mereka lihat terlihat tidak setuju jika kekasihnya itu harus tinggal di tempat menyeramkan seperti itu.

Bimo berusaha meyakinkan Evelyn untuk mencari rumah lain.  Namun dengan alasan harga dan waktu, Evelyn menolaknya.  Ia beranggapan rumah yang besar dengan harga yang murah akan membuatnya lebih berhemat karena ia juga harus menghidupi kedua adiknya.

Saat pindahan pun tiba. Kedua teman Bimo, Roy dan Angel ikut membantunya.  Angel yang merasa rumah tersebut sangat menyeramkan membuatnya tak betah berlama-lama di tempat itu.

Kamar mandi yang gelap dengan lorong panjang yang lembab, serta lukisan besar terpajang di tengah tangga.  Lantai rumah pun seperti kumuh. Ditambah sebuah pohon dengan akar menjuntai di halaman rumah tersebut, membuat siapapun tak ingin tinggal lebih lama.

Baca juga: ‘Usik’, Iseng Berbuntut Ngeri

Benar saja, di malam pertama mereka menempati tempat itu, adik-adik Evelyn, Maya dan Arya tak bisa tidur apalagi si kecil Arya yang baru menginjak SD. Ia mendengar suara-suara bising dari luar kamarnya, begitu juga Maya.  Ia mendengar suara kotak musik yang selalu mengalun entah siapa yang memutarnya.

Hingga saat keduanya tak bisa tidur, tiba-tiba gorden hitam di kamar mereka bergerak seperti ada orang yang akan menerkam mereka.  Keduanya berteriak dan memanggil Evelyn.  Namun saat Evelyn dating, gorden hitam itu sudah kembali seperti semula.

Malam-malam berikutnya tak jauh berbeda.  Mereka selalu dihantui oleh suara-suara menyeramkan, terutama kotak musik  di depan pigura yang selalu berputar dengan sendirinya.

Yang lebih parah adalah kamar mandi di ujung rumah.  Di situ, Arya dihantui seorang perempuan hitam yang mengejarnya hingga membuat Arya mengompol di celana. Sementara Maya selalu aneh dan seperti bukan dirinya, yang terkadang terlihat di mana saja.

Suatu hari teman-teman Evelyn dan Bimo menginap di rumahnya.  Roy dan Angel juga menjadi korban hantu di rumah itu.  Roy dan Bimo melihat Arya dan Maya pergi ke luar rumah dengan tatapan kosong.

Sementara Evelyn di kamar. Mengira Bimo ada di kasur tertutup selimut.  Saat ponselnya berdering dan itu ternyata dari Bimo.  Ia terkejut, dengan perlahan membuka selimut tempat Bimo seharusnya berbaring, dan…

Baca juga: Mitos Tentang Alas Purwo, Percaya Tidak Percaya?

“Arrrrrrghhhhhhhhh,” Evelyn berteriak sekencang-kencangnya.  Ternyata di bawah selimut itu ada sesosok perempuan hitam dengan wajah menyeramkan kini berada di ranjang tersebut.

Evelyn berlari sekuat tenaga namun mahluk itu menangkapnya seperti merasukinya.  Dalam bayangan itu, Evelyn mendapatkan penglihatan tentang kisah di rumah sakit itu.

Seorang wanita yang sedang hamil terjatuh dari tangga karena didorong oleh mertuanya hingga tewas.  Mertuanya meminta penjaga rumah untuk membungkusnya dengan gorden berwarna hitam yang terpasang di jendela lalu menguburnya di belakang rumah.

Itulah yang membuat arwahnya selalu bergentayangan.  Evelyn yang tahu hal itu setelah sadar memberitahukan bahwa ada mayat di bawah pohon besar di halaman rumahnya.  Benar saja, tulang belulang ditemukan dengan gorden hitam yang sudah terkoyak.

Apakah teror hantu itu berhenti?

Sayangnya entah sadar atau tidak, Evelyn mengambil gorden yang terkoyak itu dan memasangnya di salah satu jendela rumahnya.* (Kisah ini merupakan cerita dari film “Kain Kafan Hitam“ karya Sutradara Yudhistira Bayuadjie, dibintangi Haico Van der Veken dan Maxime Bouttier) -RESTY

Baca juga: Mitos dan Legenda Dewi Anjani, “Penguasa” Gunung Rinjani

Editor: Seni
    Bagikan  

Berita Terkait