Setan Penghuni Pohon Belimbing

Cerita Horor —Senin, 24 Jan 2022 12:46
    Bagikan  
Setan Penghuni Pohon Belimbing
sumber foto: istimewa

INIHORROR,- Hari itu malam terasa lebih dingin dari biasanya, suasana kampung semakin sunyi padahal masih jam 7 malam.  Nenek bersiap-siap untuk pergi ke masjid.  Sudah menjadi kesehariannya jika seusai sholat magrib di rumah, beliau ada acara Hadrohan (sholat sunah bersama dan bersholawat) di masjid bersama ibu-ibu dan sesepuh wanita lainya.

Biasanya tetangga sebelah menghampiri neneku terlebih dahulu untuk datang bersama, tapi sudah lebih 15 menit dan lewat waktu isya Bu sumi yang biasa datang tak kunjung datang.  Tak sabar menunggu nenekku memutuskan untuk berangkat sendiri, keburu sholat jamaah di masjib berlalu katanya.

Aku mengangguk dan mengantarnya ke teras, alih-alih khawatir jika nenekku pergi sendirian, beliau memang masih belum rabun dan jalannya juga tidak bungkuk.  Namun berjalan sendiri diremangnya malam tetap saja akan lebih baik jika ada yang menemaninya.

“Nek… itu kayaknya nenek Sumi,” kataku, menunujuk kearah pohon belimbing di sisi kanan rumahku. Aku melihat seseorang sendang bersandar mengenakan penutup kepala dan membawa sesuatu di tangannya.

Tak terlihat begitu jelas karena malam, hanya terlihat seperti bayangan yang begitu jelas, Nenek Sumi terdiam bahkan tak melihat ke arah kami.

Baca juga: Kenapa Tidak Boleh Asal Ucap Kata ‘Lada’ di Goa Jepang?

“Oh iya,,, sepertinya dia.  Ya sudah nenek pergi dulu ya, jangan khawatir ada nenek Sumi,” kata nenekku dan segera pergi menghampiri Nenek Sumi yang masih bersandar di pohon belimbing itu.

Aku terus terdiam mengamati nenekku menghampiri Nenek Sumi, hingga mereka berdua berjalan perlahan bersama, diiringi angin semilir yang tiba-tiba menghembus di leherku membuat bulu kuduku merinding.  Dengan cepat aku masuk ke dalam dan mencari ibuku.

Keesokan harinya aku terkejut ketika ibuku datang dan memintaku untuk ke rumah tetangga.

“Nduk ayo ke rumah Nenek Sumi,” katanya.

“Ada apa bu?” jawabku.

“Nenek sumi meninggal…” katanya lagi.  Aku terkejut hampir tak bisa bicara satu katapun.

“Lho Kapan bu?” tanyaku.

Baca juga: “Teluh”, Arwah Penasaran Balas Dendam

“Kemarin sore… jam 5 beliau dibawa kerumah sakit, semalam jam 7 katanya sudah gak bernafas lagi,” kata ibu.

Perkataan ibuku membuatku tambah bingung dan terkejut.  Siapa yang semalam pergi bersama nenek dan menunggu nenek di pohon belimbing?

Mungkin harus kutanyakan pada nenekku, siapa yang semalam bersamanya untuk menjawab rasa penasaranku.

“Nenek dimana bu? Sudah di rumah Nek Sumi?“ tanyaku.

“Lho kamu itu ngelindur atau bagaimana sih? Nenekmu kan dari kemari pagi di rumah paman di kampung sebelah, sampai sekarang belum pulang ke rumah. Udah buruan sana mandi dulu, terus bantu-bantu ke rumah Nenek Sumi,” kata ibu membuatku berpikir ngeri.* -RESTY

(Tulisan di atas belum dipastikan kebenarannya.  Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari semua kejadian.  Dimohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.  Tulisan di atas sekedar fiksi belaka.)

Baca juga: Buku yang Menjadi Abu


Editor: Seni
    Bagikan  

Berita Terkait