Bulu Kuduk Merinding Kala Menyusuri Goa Belanda

Cerita Horor —Selasa, 25 Jan 2022 12:54
    Bagikan  
Bulu Kuduk Merinding Kala Menyusuri Goa Belanda
Mitos Goa Belanda

INIHOROR,- Menapaki jejak peninggalan sejarah bekas peninggalan zaman penjajahan, Goa Belanda menjadi salah satu bangunan yang memiliki cerita mistis tak lekang waktu.  Salah satu goa yang terkenal dengan mitosnya adalah Goa Belanda yang terletak di Taman Hutan Raya Bandung (Tahura).  Goa ini di buat tahun 1906 untuk saluran air atau PLTA, dan pada tahun 1918 di jadikan benteng pertahanan.

Goa Belanda ini memiliki sayap kiri dan kanan dan ada jalan tembus ke belakang yang juga bisa menjadi pintu keluar.  Luas goa 750 meter dengan panjang 144 meter.  Memasuki Goa Belanda, tembok dinding terlihat cukup terawat karena sebagian ada yang sudah direnovasi pada tahun 1990-an.

Di Goa Belanda ini ada 15 lorong, diantaranya ada lorong interogasi yang dulunya difungsikan untuk menginterogasi para prajurit yang tertangkap.  Di ruangan ini terasa berbeda suasananya dibandingkan lorong-lorong yang hanya untuk menyimpan amunisi.

Setelah melewati ruang introgasi, para prajurit yang tertangkap akan dibawa ke ruangan tahanan, yang juga menjadi ruang penyiksaan.  Bayangan akan kemungkinan adanya tahanan yang tewas mengenaskan dan kejamnya siksaan di zaman penjajahan membuat bulu kuduk tiba-tiba merinding.  Apalagi  atmosfir ruangan yang dingin, lembab dan suram.  Seram sendiri jadinya…

Baca juga: Setan Penghuni Pohon Belimbing

Menurut Herman, pemandu di Goa Belanda mengatakan penampakan atau suara-suara aneh sudah bukan hal asing lagi, suara seram seperti memanggil-manggil juga pernah diceritakan beberapa pengunjung.  Bahkan, katanya, ada pengunjung yang memotret keadaan goa dan melihat penampakan perempuan berambut panjang yang tertangkap oleh kamera.  Selain itu para pekerja rodi yang mungkin tewas juga menjadi penghuni yang banyak ditemui di lokasi ini.

“Wallahualam.  Semua kembali ke diri kita masing-masing,’ ujarnya.

Di Goa Belanda ini juga terkenal dengan mitos larangan mengucapkan kata ‘lada’.  Konon jika kita mengucapkannya maka akan mengundang mahluk halus datang dan menyapa.   Atau bahkan hal-hal buruk akan menimpa orang yang mengucapkanya, namun menurut Herman ada cerita tersendiri mengenai mitos tersebut.

‘Lada’ adalah sesepuh keturunan Prabu Siliwangi Anggalada, Ajudan Ranggagede anak Prabu Siliwangi dari Sumedang. Untuk menghormati beliau tidak boleh menyebut nama mereka sembarangan.

Menurutnya lagi, cerita seram dan mitos dimanapun kita berada pasti akan ada, tergantung bagaimana kita menyikapinya dan menjaga tingkah laku saat kita berkunjung ke suatu tempat.* -RESTY

(Tulisan di atas belum dipastikan kebenarannya.  Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari semua kejadian.  Dimohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.) 

Baca juga: Kenapa Tidak Boleh Asal Ucap Kata ‘Lada’ di Goa Jepang?

Baca juga: “Teluh”, Arwah Penasaran Balas Dendam

Editor: Laila
    Bagikan  

Berita Terkait