Benarkah Semakin Dekat Kuntilanak Semakin Jauh Suaranya?

Keramat —Sabtu, 15 Jan 2022 11:24
    Bagikan  
Benarkah Semakin Dekat Kuntilanak Semakin Jauh Suaranya?
Kuntilanak | Pinterest

INIHOROR- Apa reaksi kamu mendengar kata Kuntilanak? Merinding? Atau justru penasaran? Bagi beberapa orang mahluk gaib mungkin adalah hal yang keberadaanya tidak ada.

Namun tidak menyangkal bagi sebagaian orang yang pernah mengalami bertemu mahluk halus pasti akan membuatnya membayangkan bagaimana seramnya bentuk dari mahluk halus itu.

Seperti hal nya kuntilanak bagi mereka yang tak pernah bertemu mungkin akan mebuat mereka penasaran dan seperti apa sih mahluk menyeramkan yang konon berbaju putih itu.

Tapi beda lagi dengan orang yang pernah digentayangi alias berpas-pasang dengan kuntilanak ini. Jangankan membayangkan, mendengar namanya saja sudah membuat bulu kuduk merinding.

Kuntilanak konon adalah mahluk dengan sosok perempuan pucat dengan rambut panjang dan terusan berwarna putih.

Ada beberapa cerita dan mitos mengenai kuntilanak ini, salah satunya adalah jika suara kuntilanak terdengar lirih dan seperti jauh, konon kuntilanak sedang berada di dekat Anda.

Sebaliknya jika suara kuntilanak ada terdengar begitu dekat dan keras, katanya kuntilanak berada jauh dengan Anda.

Baca juga: Bikin Merinding, Malam Tahun Baru Ketemu Kuyang di Jembatan

Hal ini pernah diungkapkan pula dalam sebuah film kuntilanak yang sempat melegenda di tahun 2004 karya Rizal Mantovani.

Selain itu ada lagi beberapa mitos tentang kuntilanak, ia merupakan arwah mati penasaran seorang gadis yang kerap mengganggu pria.

Kuntilanak sering dikaitkan dengan bau wangi atau bau bangkai kala kehadiranya ada di sekitar kita. Ada juga yang mengatakan ketika bau amis darah kuntilanak juga bisa sedang ingin memperkenalkan dirinya padamu.

Untuk menghalau kuntilanak, menurut orang jaman dahulu apalagi bagi ibu hamil yang menjadi sasaran empuk godaan kuntilanak, mereka hanya perlu membawa gunting atau peniti sebagai pengusir kuntilanak.

Kuntilanak sangat suka mendiami tempat-tempat kosong atau rumah yang setengah jadi. Tempat lain yang disukai sebagai sarangnya adalah muara sungai atau pohon rimbun.

Tulisan di atas belum dipastikan kebenarannya. Harap pembaca dapat mengambil hikmah dari semua kejadian. Mohon tidak mengikuti hal yang menyesatkan dan menimbulkan kerugian.* -RESTY

Baca juga: 14 Hari Hilang di Gunung Slamet (Bagian 7)

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait