Kisah Legenda Batu Menangis

Legenda —Selasa, 2 Nov 2021 18:44
    Bagikan  
Kisah Legenda Batu Menangis
Kisah Legenda Batu Menangis / Pinterest

INIHOROR

 

Cerita rakyat batu menangis ini menceritakan seorang anak yang durhaka kepada orangtua nya , dan pesan dari cerita ini sangat jelas , siapapun bagi kalian yang durhaka kepada orang tuanya terutama kepada ibunya maka ia akan mendapatkan malapetaka di masa yang akan datang.

Kisah legenda batu menangis ini berasal dari Kalimantan barat, kisah ini sebenarnya sama seperti kisah lain yang menceritakan tentag anak yang durhaka kepada orangtuanya , hal ini menceritakan kisah nyata seorang anak yang berubah menjadi batu.

Pada dahulu ada sebuah bukit yang sangat jauh dari pedesaan dan ternyata di bukit itu ada seorang janda yang mempunyai anak satu yaitu seorang perempuan. Anak dari seorang janda itu sangat cantic maka dari itu ibu dari anak tersebut tidak berhenti membanggakan anaknya yang sangat cantic itu.

Baca juga: Cerita Mistis di Lawang Sewu

Baca juga: Cerita Horor : Kisah Seram yang ada di Jogja City Mall



Namun sayang, kecantikan anak tersebut tidak sama dengan sifat yang ia miliki yang mempunyai sifat malas dan tidak pernah membantu ibunya sedikitpun. Selain itu ia juga sangat manja apapun yang dia mau maka ibunya harus menurutinya.

Tanpa ia berfikir bahwa keadaan mereka yang sangat miskin maka dari itu ibunya harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anaknya walaupun sang ibu keadaannya sedang sakit.

Pada suatu hari ibunya mengajak sang anak untuk pergi ke pasar, rumah mereka dan pasar jaraknya cukup jauh dan hal itu membuat anaknya kelelahan dengan berjalan kaki, namun anaknya berjalan depan ibunya dengan baju yang sangat bagus sampai mata semua orang sangat tertuju pada kecantikannya.

Baca juga: Seram!!! Ini Misteri Hantu yang Sering Mengetuk Pintu Saat Tengah Malam

Baca juga: Hati-Hati! Tempat Terseram di Indonesia

Namun hal sebaliknya ibunya berjalan di belakang putrinya itu dengan memakai baju seadanya layaknya seperti seorang pembantu dengan membawa keranjang belanjaan. Karena rumah mereka yang cukup jauh dari pedesaan maka tidak ada satu orangpun yang mengenalinya.

Akhirnya, mereka memasuki kedalam desa, semua mata tertuju kepada kecantikan Putri dari janda tersebut. Banyak pemuda yang menghampirinya dan memandang wajahnya. Namun, penduduk desa pun sangat penasaran, siapa perempuan tua di belakangnya tersebut.

 

‘’ Hai, gadis cantik! Siapakah perempuan tua yang berada di belakangmu? Apakah dia ibumu?’’ Tanya seorang Pemuda.

‘’ Tentu saja bukan, ia hanya seorang pembantu!.’’ Jawabnya dengan sinis.

Sepanjang perjalanan setiap bertemu dengan penduduk desa, mereka selalu bertanya hal yang sama. Namun, ia terus menjawab bahwa ibunya adalah pembantunya. Ibunya sendiri di perlakukan sebagai seorang pembantu.

Pada awalnya, Sang ibu masih bisa menahan diri, setiap kali mendengar jawaban dari Putri kandungnya sendiri. Namun,  mendengar berulang kali dan jawabannya itu sangat menyakkitkan hatinya,  tiba-tiba sang ibu berhenti, dan duduk pinggir jalan sambil meneteskan air mata.

‘’ Bu, kenapa berhenti di tengah jalan? Ayo lanjutkan perjalanan.’’ Tanya putrinya heran.

Beberapa kali ia bertanya. Namun, ibunya sama sekali tidak menjawab. Sang ibu malah menengadahkan kedua tangannya ke atas dan berdoa.  Melihat hal aneh yang di lakukan ibunya, sang anak merasa kebingungan.

‘’ Ibu sedang apa sekarang!’’ bentak putrinya.

Sang ibu tetap tidak menjawab, dan meneruskan doanya untuk menghukum putrinya sendiri.

‘’ Ya Tuhan, ampunilah hamba yang lemah ini, maafkan hamba yang tidak bisa mendidik putrid hamba sendiri, sehingga ia menjadi anak yang durhaka. Hukumlah anak durhaka ini.’’ Doa sang Ibu.

Tiba-tiba, langit menjadi mendung dan gelap, petir mulai menyambar dan hujan pun turun.  Perlahan-lahan, tubuhnya berubah menjadi batu. Kakinya mulai berubah menjadi batu dan sudah mencapai setengah badan. Gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya. Ia merasa ketakutan.

‘’ Ibu, tolong aku. Apa yang terjadi dengan kakiku? ibu maafkan aku. Aku janji akan menjadi anak yang baik bu’’ teriak Putrinya ketakutan.

Baca juga: Misteri Tuselak Hantu Asal Lombok yang Mulai Terlupakan

Baca juga: 5 Tempat Angker di Sumedang yang Bikin Orang Penasaran

Gadis tersebut terus menangis dan memohon. Namun, semuanya sudah terlambat. Hukuman itu tidak dapat di hindari. Seluruh tubuhnya perlahan berubah menjadi batu. Gadis durhaka itu hanya menangis dan menagis menyesali perbuatannya. Sebelum kepalanya menjadi batu, sang ibu masih melihat air matanya yang keluar. Semua orang yang berada di sana menyaksikkan peristiwa tersebut. Seluruh tubuh gadis itu berubah menjadi batu.

Sekalipun sudah menjadi batu. Namun, melihat kedua matanya masih menitihkan air mata seperti sedang menangis. Oleh karena itu,  masyarakat tersebut menyebutnya dengan Batu Menangis. Batu Menangis tersebut masih ada sampai sekarang.

Tulisan diatas belum dipastikan kebenarannya dan pembaca agar dapat mengambil hikmah dari semua kejadian , di mohon untuk tidak mengikuti hal yang menyebabkan menyesatkan dan menimbulkan kerugian, semua tulisan diatas hanya  sekedar fiksi belaka. - ER


Editor: Erica
    Bagikan  

Berita Terkait