Legenda Tangisan Sangkuriang di Curug Omas

Legenda —Senin, 31 Jan 2022 15:59
    Bagikan  
Legenda Tangisan Sangkuriang di Curug Omas
Curug Omas | Ist

INIHOROR,- Curug Omas berada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung, di bagian atasnya mengalir Sungai Cikapundung. Air yang mengalir deras dan bergemuruh di tengahnya rimbunan pohon membuat suasana asri dan menenangkan.

Dibalik keindahannya, tersimpan cerita legenda tentang Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Konon, Sangkuriang yang sedang berburu dengan anjing peliharaannya bernama si Tumang, tak juga mendapatkan hasil. Hingga Sangkuriang memiliki ide untuk membunuh si Tumang.

Pulanglah ia dengan membawa hati si Tumang. Setibanya di rumah, ia disambut senyuman oleh ibunya Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi memasak hati tersebut tanpa ia tahu bahwa hati yang ia masak merupakan hati Si Tumang. Makan malam pun tiba. Sangkuriang duduk bersama Dayang Sumbi untuk menyantap hidangan hasil buruan.

Saat itu, Dayang Sumbi menanyakan si Tumang kepada Sangkuriang. Ia pun bingung harus menjawab apa, karena ia telah membunuh Si Tumang untuk hidangan makan malam.

Namun Sangkuriang akhirnya mangatakan jika menu makan malam yang mereka makan adalah hati si Tumang. Mendengar hal tersebut Dayang SUmbi marah besar dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok kayu sampai kepalanya berdarah. Bukan itu saja, Dayang Sumbi juga mengusir Sangkuriang, dengan menahan kecewa dan sedih.

Baca juga: Kita Semua Mati (Bagian 2)

Sangkuriang lalu keluar dan menangis tanpa henti. Air mata Sangkuriang yang terus menerus keluar itu dianalogikan menjadi aliran Sungai Cikapundung yang tak pernah kering.

Cikapundung yang diartikan oleh beberapa warga Bandung berasal dari kata Ci dalam Bahasa Sunda berarti Air, dan Ka-Pundung, atau Pundung yang menggambarkan seseorang yang bersedih. Itu sebabnya sungai tersebut dinamai dengan sebutan Cikapundung.

Air yang terus mengalir deras melewati lembah-lembah dan tebing menjadi air terjun yang salah satunya adalah Curug Omas. Curug Omas memiliki tinggi kurang lebih 30 meter dan memiliki aliran air yang deras. Jatuhan air dari tepi tebing curug itu membuat suara yang bergemuruh.

Suara yang bergemuruh dengan aliran air yang deras itu dianalogikan sebagai tangisan Sangkuriang yang bersedih dan menahan rasa sakit luar biasa.

Untuk menuju Curug Omas, kamu juga bisa melewati dua akses. Pertama dari gerbang depan Tahura Dago Pakar dengan jarak sekitar 5,5 km.melewati beberapa rute yang panjang dan menanjak. Atau bisa juga melalui pintu masuk IV berada di Maribaya ditempuh dari arah Lembang. Pintu ini menjadi pintu masuk terdekat menuju Curug Omas yang berjarak 1,2 km.* -RESTY

(Tulisan di atas belum dipastikan kebenarannya. Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari semua kejadian. Dimohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.)

Baca juga: “Kita Semua Mati” (Bagian 1)

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait